Nilai Sebuah Permata

Dalam keadaan tertentu air akan lebih berguna daripada sebuah permata

Seorang laki-laki tersesat di tengah padang pasir. Beberapa hari ia kelaparan dan kehausan. Sambil tergeletak lesu, ia membayangkan keadaan di rumahnya; isteri yang setia, anak-anak yang ceria, serta makanan dan minuman melimpah ruah.

“Seandainya sekarang ada sepiring nasi dan segelas air, aku tentu berani membe1inya berapa pun juga,” keluh laki-laki itu

Ketika mencoba bangkit, matanya menangkap kerlip cahaya putih. Ia gembira sekali. Ia menyangka itu berasal dari pantulan air.

“Setitik air!”

Ia mengumpulkan segala daya kekuatan menuju arah cahaya itu. “Setitik air yang kuharapkan menghilangkan dahagaku. Sehingga aku kuat kemba1i untuk mencari jalan pulang.”

Akan tetapi betapa kecewanya ia. Benda mengkilat tersebut ternyata sebutir intan.

“Aku tidak butuh intan. Bahkan yang sebesar gunung pun. Aku hanya butuh setetes air!” seru lelaki itu putus asa.

Pada saat kehausan, ternyata setetes air lebih berharga daripada sebutir permata.