Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • Waluyo Al-Fadhil 11:02 am pada 26 August 2011 Permalink | Balas  

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 

    Admin Blog Mengucapkan :

     
  • Waluyo Al-Fadhil 2:48 pm pada 16 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Berinteraksi dengan Al Qur’an 

    Hidup di dalam naugan Al Qur’an adalah kenikmatan – kenikmatan yang tidak mengetahuinya kecuali yang merasakannya (Sayyid Qutb)

    Bagaimana mengatasi rasa malas, jenuh dan futur dalam berinteraksi dengan Al Qur’an (mis. Tilawah, menghafal, muroja’ah, tahsin dan tadabbur). Rasa malas, jenuh dan futur (lemah semangat) adalah sifat yang manusiawi dan wajar bagi setiap manusia, hampir setiap mukmin yang ingin memiliki interaksi yang baik dengan Al Qur’an sering merasakan problema ini, bahkan bisa jadi sepanjang hidupnya. Hanyalah malaikat yang tidak memiliki perasaan ini, adanya perasaan ini sejalan dengan tabiat kehidupan itu sendiri, yang dijadikan oleh Allah sebagai ujian bagi manusia. Perasaan di atas ibaratnya adlah suatu tantangan yang harus dilalui sebelum manusia sampai finish kehidupannya yakni mati. Dengan demikian akan terlihat siapa yang berprestasi dan tidak dalam menjalani kehidupan yang sangat sebentar ini.
    (Lagi …)

     
    • uun munir 4:07 pm pada 16 Agustus 2011 Permalink | Balas

      Syukron. Berinteraksi dengan al-Qur’an, apa maksud konkritnya? membaca saja tanpa pemahaman hingga berulang hatam atau ayat-ayat per ayat di selami pesan-Nya hingga menjadi ‘bimbingan ghaib’ dari yang maha Agung. Kkeduanya biasa saya jalani hanya tidak fokus. Karena memang ada pekerjaan pokok yaitu mencari nafkah keluarga.

    • rahmatmuntaha 10:02 am pada 19 November 2011 Permalink | Balas

      terima kasih informasinya, postingan yg bagus.
      http://kafebuku.com/17-motivasi-berinteraksi-dengan-al-quran/

  • Waluyo Al-Fadhil 1:03 pm pada 15 August 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Al-Qur`an Sebagai Mahar 

    Pada jaman Rasulullah S.A.W proses pernikahan yang terjadi terkesan begitu mudah dan sederhana tanpa harus menunggu kemapanan dunia terlebih dahulu. Salah satu contohnya adalah ketika suatu saat Rasulullah S.A.W. sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya, datanglah seorang wanita menghadap beliau lalu berkata. “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kedatangan saya ini tidak lain adalah untuk menghibahkan diriku kepadamu”. Maka Rasulullah pun memperhatikan wanita itu dengan seksama. Kemudian beliau hanya mengangguk-anggukkan kepala saja tanpa berkomentar. Melihat hal itu wanita tersebut paham bahwa Rasulullah belum menghendaki dirinya. Wanita itu lalu duduk.

    (Lagi …)

     
  • Waluyo Al-Fadhil 3:54 pm pada 14 August 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Tingkatan Bacaan Al Quran 

    Terdapat 4 tingkatan atau mertabat bacaan Al-Quran iaitu bacaan dari segi cepat atau perlahan.

    • At-Tartil : Bacaannya yg perlahan², tenang dan melafazkan setiap
      huruf daripada makhrajnya yg tepat serta menurut hukum²
      bacaan Tajwid dgn sempurna, merenung maknanya, hukum dan pengajaran daripada ayat.

    • Tahqiq: Bacaannya seperti Tartil cuma lebih lambat dan perlahan, seperti membetulkan bacaan huruf drp makhrajnya, menepatkan kadar bacaan mad dan dengung.

    • Al-Hadar: Bacaan yg cepat serta memelihara hukum² bacaan Tajwid.

    • At-Tadwir: Bacaan yg pertengahan antara tingkatan bacaan Tartil dan Hadar, serta memelihara hukum² Tajwid.

    Perhatian :

    • Tingkatan bacaan Tartil ini biasanya bagi mereka yg sudah mengenal makhraj² huruf, sifat² huruf dan hukum² Tajwid. Tingkatan bacaan ini adalah lebih baik dan lebih diutamakan.
    • Tingkatan bacaan Tahqiq ini biasanya bagi mereka yg baru belajar membaca Al-Quran supaya dpt melatih lidah menyebut huruf dan sifat huruf dgn tepat dan betul.
    • Tingkatan bacaan Hadar pula biasanya bagi mereka yang telah menghafal Al-Quran, supaya mereka dapat mengulang bacaannya dlm masa yg singkat.
    • Tingkatan terakhir pula ialah Tadwir yakni pertengahan antara Tartil dan Hadar

     

     
  • Waluyo Al-Fadhil 6:35 am pada 13 August 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Keutamaan Alquran dan Membacanya 

    Keutamaan yang paling besar ialah bahwa ia adalah kalam Allah, yang pujian terhadapnya telah difirmankan Allah di beberapa ayat seperti berikut.

    “Dan, ini (Alquran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi.” (Al-An’am: 92).

    “Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (Al-Isra’: 9).

    “Yang tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya.” (Fushshilat: 42).

    Dari hadis Utsman bin Affan r.a., bahwa Nabi saw. bersabda, Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).
    (Lagi …)

     
  • Waluyo Al-Fadhil 5:37 am pada 12 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , ayat kursi,   

    Ayat Kursi Menjelang Tidur 

    Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.

    “Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah.

    Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

    Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.

    Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?”
    (Lagi …)

     
    • dzira 11:49 am pada 28 Januari 2012 Permalink | Balas

      thanksfor confirm

  • Waluyo Al-Fadhil 6:29 pm pada 10 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: ,   

    Tidak Ada Yang Lain Sesudah Al-Quran 

    Rasulullah Saw melihat sehelai dari Kitab Taurat di tangan Umar bin Khatthab Ra. Lalu beliau bertanya, “Apa ini, ya Umar?”

    Umar menjawab, “Ini lembaran dari Kitab Taurat, ya Rasulullah.”

    Ternyata Rasulullah saw marah sekali seraya bertanya, “Apakah kalian ragu-ragu seperti halnya orang Yahudi dan Nasrani? Aku telah membawakan sesuatu yang putih bersih lagi murni untuk kalian. Kalau saudaraku Musa masih hidup, dia pasti akan mengikutiku!”

     
  • Waluyo Al-Fadhil 3:46 pm pada 10 August 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Nilai Sebuah Permata 

    Dalam keadaan tertentu air akan lebih berguna daripada sebuah permata

    Seorang laki-laki tersesat di tengah padang pasir. Beberapa hari ia kelaparan dan kehausan. Sambil tergeletak lesu, ia membayangkan keadaan di rumahnya; isteri yang setia, anak-anak yang ceria, serta makanan dan minuman melimpah ruah.

    “Seandainya sekarang ada sepiring nasi dan segelas air, aku tentu berani membe1inya berapa pun juga,” keluh laki-laki itu

    Ketika mencoba bangkit, matanya menangkap kerlip cahaya putih. Ia gembira sekali. Ia menyangka itu berasal dari pantulan air.

    “Setitik air!”

    Ia mengumpulkan segala daya kekuatan menuju arah cahaya itu. “Setitik air yang kuharapkan menghilangkan dahagaku. Sehingga aku kuat kemba1i untuk mencari jalan pulang.”

    Akan tetapi betapa kecewanya ia. Benda mengkilat tersebut ternyata sebutir intan.

    “Aku tidak butuh intan. Bahkan yang sebesar gunung pun. Aku hanya butuh setetes air!” seru lelaki itu putus asa.

    Pada saat kehausan, ternyata setetes air lebih berharga daripada sebutir permata.

     
    • irfan 10:42 am pada 5 Desember 2011 Permalink | Balas

      just the have little since bout the hiumain beings god………

  • Waluyo Al-Fadhil 4:09 pm pada 8 August 2011 Permalink | Balas  

    ganti header,,,

     
  • Waluyo Al-Fadhil 6:05 am pada 3 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , , sholat, taraweh   

    FIQH SHOLAT TARAWIH 

    Shalat tarawih adalah shalat yang hukumnya sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama. Shalat tarawih merupakan shalat malam atau di luar Ramadhan disebut dengan shalat tahajud. Shalat malam merupakan ibadah yang utama di bulan Ramadhan untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Ibnu Rajab rahimahullah dalam Lathoif Al Ma’arif berkata, “Ketahuilah bahwa seorang mukmin di bulan Ramadhan memiliki dua jihadun nafs (jihad pada jiwa) yaitu jihad di siang hari dengan puasa dan jihad di malam hari dengan shalat malam. Barangsiapa yang menggabungkan dua ibadah ini, maka ia akan mendapati pahala yang tak hingga.”

     

    Keutamaan Shalat Tarawih

     

    Pertama: Shalat tarawih mengampuni dosa yang telah lewat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Nawawi (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6:39). Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat dilakukan karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya (Lihat Fathul Bari, 4:251). Imam Nawawi menjelaskan, “Yang sudah ma’ruf di kalangan fuqoha bahwa pengampunan dosa yang dimaksudkan di sini adalah dosa kecil, bukan dosa besar. Dan mungkin saja dosa besar ikut terampuni jika seseorang benar-benar menjauhi dosa kecil.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6:40).

    (Lagi …)

     
  • Waluyo Al-Fadhil 2:39 pm pada 2 August 2011 Permalink | Balas
    Tags: , ,   

    Fiqh Puasa 

    Pengertian Puasa

    Menurut bahasa, puasa berarti menahan, yakni menahan diri dan berpantang dari apa saja. Sedangkan menurut istilah adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, yang berupa memperturutkan syahwat perut dan farji, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat khusus.

    Dasar Wajib Puasa

    Firman Alloh SWT:
    “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari tertentu.. barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (Al Baqarah:!83-185).

    Sabda Rasul SAW:
    “Islam didirikan atas lima sendi: (1) Bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan Allah, (2) Menegakkan shalat, (3) Mengeluarkan zakat, (4) Menunaikan ibadah haji, dan (5) Puasa pada bulan Ramadhan.” (HR Al Bukhari)
    (Lagi …)

     
  • Waluyo Al-Fadhil 9:22 am pada 31 July 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Marhaban Ya Ramadhan
    Selamat Menyambut Bulan Ramadhan
    Maaf Lahir dan Batin

     
    • dquote fatan 8:03 pm pada 31 Juli 2011 Permalink | Balas

      Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah subhanahuwata`ala.

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
reply
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.